Washington, D.C. – Wakil Presiden JD Vance menyebut kesepakatan yang dicapai dengan Iran sebagai “momen besar bagi Amerika Serikat,” meskipun ia mengatakan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa semua orang akan menyanyikan Kumbaya besok,” kata Vance di Fox News, melansir CNN, Senin (15/6/2026).
“Akan membutuhkan sedikit waktu untuk mempelajari cara-cara perdamaian, tetapi saya pikir kita telah mengambil langkah besar malam ini,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada Hari Minggu, “Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI.”
“Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon,” kata PM Sharif dalam sebuah unggahan di media sosial pada Minggu malam.
Pada gilirannya, Presiden Donald Trump pada Hari Minggu mengumumkan, kesepakatan perdamaian dengan Iran telah tercapai dan Amerika Serikat akan mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap negara tersebut, menandai perkembangan paling signifikan dalam negosiasi selama berbulan-bulan.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!” Presiden Trump menyatakan dalam unggahan di Truth Social.
Sedangan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional mengatakan, teks nota kesepahaman dengan Amerika Serikat telah diselesaikan dan akan ditandatangani secara resmi pada Hari Jumat di Swiss.
Wapres Vance mengatakan kesepakatan itu dibangun di sekitar apa yang Ia gambarkan sebagai tiga elemen inti. Yang pertama “adalah pembukaan segera Selat Hormuz, dan tentu saja, pencabutan blokade angkatan laut yang telah kita terapkan pada Iran, bersamaan dengan itu.”
Ia mengatakan elemen kedua adalah jaminan bahwa Iran tidak akan pernah mengejar, memperoleh, atau membeli senjata nuklir. Elemen ketiga, katanya, adalah kepatuhan.
“Ini hanya akan terjadi, untuk memperjelas, jika Iran menepati janjinya,” kata Vance.
Wapres Vance juga menekankan implikasi ekonomi positif bagi konsumen AS, yang telah terpukul oleh harga bensin yang tinggi selama berbulan-bulan.
“Saya kira pesan utama saya kepada rakyat Amerika adalah ‘terima kasih.’ Karena kesabaran Anda, saya pikir kita telah memecahkan masalah yang telah menghantui negara ini selama beberapa dekade,” katanya.
Ia mengatakan, Presiden Trump “tentu sangat prihatin tentang” harga bensin yang tinggi, “tetapi yang akan kita lakukan adalah menurunkan biaya energi, tidak hanya sekarang tetapi untuk jangka panjang.”
Ia juga mengatakan berencana untuk menghadiri upacara penandatanganan resmi nota kesepahaman antara AS dan Iran, dengan ada kemungkinan Presiden Trump juga hadir. (PB/Red)















